Studi Kasus: Persepsi Guru IPA Terkait Konsep Kurikulum Merdeka Belajar

Studi Kasus: Persepsi Guru IPA Terkait Konsep Kurikulum Merdeka Belajar

Penulis

  • Retno Utari Universitas Islam Riau, Indonesia
  • Mellisa Mellisa Universitas Islam Riau, Indonesia

Kata Kunci:

Kurikulum merdeka, konsep, kebijakan, implementasi, keunggulan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap pemahaman kurikulum merdeka di SMP Negeri 11 Pekanbaru Tahun Ajaran 2023/2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi dengan jumlah 4 orang respoden. Angket yang disebarkan adalah angket tertutup menggunakan skala likert 1 sampai 5 yang terdiri dari 13 indikator dan 42 pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kemerdekaan berfikir dan pendidikan karakter membuat siswa lebih aktif, berani menyampaikan pendapat, bertanggung jawab, dan menghargai pendapat. Guru sudah menggunakan berbagai sumber belajar untuk menciptakan pembelajaran yang menyenagkan. Guru menyetujui adanya kebijakan AKM, USBN, dan RPP. Namun guru bersikap netral pada kebijakan PPDB. Pada implementasi kurikulum merdeka belajar dikelas guru dan siswa sudah dapat mengikuti pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar. Guru menyetujui dengan capaian pembelajaran yang dibagi mejadi 6 fase. Adanya program sekolah penggerak dan platform merdeka mengajar membantu guru meningkatkan kualitas dan pemahaman guru terhadap kurikulum merdeka secara mendalam. Guru setuju dengan keunggulan pada kurikulum merdeka.

Diterbitkan

2024-08-13

Cara Mengutip

Utari, R., & Mellisa, M. (2024). Studi Kasus: Persepsi Guru IPA Terkait Konsep Kurikulum Merdeka Belajar. Bioedutech: Jurnal Biologi, Pendidikan Biologi, Dan Teknologi Pembelajaran Biologi, 3(2), 9–20 . Diambil dari https://jurnal.anfa.co.id/index.php/biologi/article/view/2217
Loading...