Teori Kebenaran: Koherensi, Korespondensi, Pragmatisme Dan Huduri
DOI:
https://doi.org/10.572349/seroja.v1i2.178Keywords:
Epistemologi, Proposisi, ValiditasAbstract
Keseluruhan hidup manusia tidak bisa lepas dari yang namanya persoalan, semakin jauh manusia melangkah, semakin banyak persoalan yang akan dihadapi. Pada tiap persoalan pasti ada jawaban-Nya, jawaban yang diperoleh boleh jadi itu adalah jawaban yang benar dan mungkin juga jawaban yang salah. Adanya benar dan salah, seharusnya menjadikan manusia berhati-hati dalam menjawab persoalan yang ada. Daripada itu diperlukan upaya dalam menetapkan validitas suatu ketahuan itu benar atau salah, para pemikir telah menetapkan, setidaknya ada beberapa teori kebenaran yakni koherensi, korespondensi, dan pragmatisme, dalam Islam kita akan menemukan teori huduri. Kajian akan teori kebenaran ini akan menuntun manusia kepada kebenaran. Untuk membuat kajian ini begitu sistematis, penulis menyusun-Nya kedalam rumusan berikut, apakah yang dimaksud dengan kebenaran? Bagaimana koherensi, korespondensi, pragmatisme dan huduri membentuk suatu kebenaran? Tujuan daripada kajian ini ialah agar kita mengetahui standart suatu kebenaran. Untuk menyelesaikan kajian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan “kajian pustaka”. Yang harus dipahami sebagai sebuah kesimpulan dalam pembahasan ini adalah yang namanya persoalan ada jalan tersendiri yang harus ditempu untuk menyelesaikan-Nya dalam memperoleh jawaban yang benar.


