PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ANALISIS DATA DAN PELUANG PADA SISWA KELAS X TKI 1 SMK NEGERI 1 GRATI TAHUN PELAJARAN 2021/2022
DOI:
https://doi.org/10.572349/seroja.v1i2.1444Keywords:
Project-based learning, hitung peluangAbstract
Berdasarkan pengalaman penulis mengajar Matematika di SMK Negeri 1 Grati, pemahaman siswa masih rendah. Hal ini terlihat dari rata-rata hasil belajar siswa yang rendah. Dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi, siswa yang skor nilai hariannya memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) masih sekitar 20 %. Dari hasil wawancara dengan siswa yang skor nilai hariannya belum memenuhi KKM diketahui bahwa pokok bahasan peluang dianggap sulit untuk dipahami. Siswa seringkali mengalami kesulitan dan kekeliruan dalam menyelesaikan soal-soal latihan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah penerapan metode pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan pemahaman materi hitung peluang pada siswa Kelas X TKI 1 SMK Negeri 1 Grati?”. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan secara deskriptif untuk mengetahui bagaimanakah penerapan metode pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan pemahaman materi hitung peluang pada siswa Kelas XII TKI 1 SMK Negeri 1 Grati. Subjek yang diberi tindakan adalah siswa kelas X TKI 1 SMK Negeri 1 Grati. Bentuk tindakan yang diberikan adalah dengan menggunakan Model Pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang digunakan untuk menuliskan soal kemudian dibahas oleh siswa secara berkelompok selanjutnya dibahas secara bersama antara guru dan siswa. Hasil penelitian berdasarkan data-data terdapat temuan yang cukup menarik dari pembelajaran siklus I persentase ketuntasan belajar mencapai 52,5%. Apabila dikomparasi dengan hasil observasi rekan sejawat maka penyebabnya bukan pada model pendekatan pembelajaran dan alat peraga yang digunakan tetapi dari cara guru menjelaskan, latihan dan contoh yang kurang dan desain sistematika penyajian. Dengan kata lain teori belajar yang melandasi penggunaan pendekatan ini memang terbukti dapat meningkatkan keberhasilan siswa dalam pembelajaran. Melihat hal tersebut tidak salah kiranya tim peneliti merekomendasikan agar cara menjelaskan guru diperbaiki dimana mengurangi istilah-istilah yang tidak dimengerti siswa, menggunakan ilustrasi-ilustrasi, diucapkan ulang pada bagian penting materi. Dan rekomendasi yang penting adalah perubahan pada kegiatan awal dimana pembelajaran dikaitkan dengan konsep yang sudah dipelajari anak. Sehingga hasil belajar siklus II meningkatkan kembali persentase ketuntasan belajar sebesar 92,5%.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 You Man Aydi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


