ISTANA KERAJAAN SERUWAY DI KABUPATEN ACEH TAMIANG, (Analisis Sejarah Kerajaan Seruway dan Arsitektur Dalam Nilai dan Unsur Budaya)
DOI:
https://doi.org/10.572349/dewaruci.v2i1.224Keywords:
Arsitektur, Istana Kerajaan SeruwayAbstract
Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Untuk mengetahui sejarah Istana Kerajaan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh Timur. Dalam hal ini penulis membahas sejarah yang terdapat pada Kerajaan Seruway. Dan bagaimana arsitektur Istana Kerajaan Seruway di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh Timur. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana arsitektur dalam nilai dan unsur budaya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat, mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta situasi-situasi tertentu termasuk tentang hubunngan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh dari suatu fenomena. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik observasi yaitu pengamatan yang dilakukan secara langsung di Istana Kejaraan Seruway. Teknik wawancara dilakukan dengan mewawancarai secara langsung para informan yakni kepala Desa, Penjaga Istana, dan petuah yang mengetahui tentang Istana tersebut. Dan teknik dokumentasi dilakukan dengan cara mempelajari sumber-sumber berbentuk dokumen baik foto, jurnal, dan lain sebagainya.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) Sejarah Istana Kerajaan Seruway berdiri pada tahun 1887 Masehi, istana yang didirikan oleh salah seorang raja, bernama Raja Tengku Zainal Abidin, merupakan Raja terakhir dari Kerajaan Seruway dan sampai sekarang masjid ini masih berdiri kokoh. (2) Arsitektur Istana Kerajaan Seruway di Kabupaten Aceh Tamiang merupakan perpaduan dari corak melayu deli dan aliran arsitek Belanda. Istana Kerajaan Seruway tergolong Istana kuno yang memiliki ciri-ciri identitas arsitektur Melayu dapat dilihat pada bagaimana penggunaan kayu keras sebagai bahan dasar bangunan, berbentuk rumah panggung. Memiliki konstruksi bangunan yang menonjol di bagian depan berbentuk persegi lima. Hampir semua bahan bangunannya terbuat dari kayu yang didatangkan dari Penang dan dilapisi oleh warna dominan warna kuning yang merupakan ciri khas Melayu.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Putri Ramadani Panjaitan, Jufri Naldo, Franindya Purwaningtyas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


