PENGARUH PERISTIWA MALARI 1974 TERHADAP KEMUNDURAN PERS MAHASISWA
DOI:
https://doi.org/10.572349/dewaruci.v2i2.1666Keywords:
Pers, Mahasiswa, Peristiwa Malari 1974Abstract
Peristiwa Malari adalah singkatan dari Malapetaka 15 Januari, yaitu demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial yang terjadi pada 15 Januari 1974 di Jakarta. Peristiwa itu dipicu oleh kedatangan Perdana Menteri Jepang, Tanaka Kakuei, yang dianggap sebagai simbol modal asing yang merugikan rakyat Indonesia. Artikel ini mengkaji tema seputar Peristiwa Malari 1974 terhadap kebebasan pers saat itu. Penelitian dalam artikel ini bertujuan untuk menelaah perkembangan pers – utamanya pers mahasiswa – di sekitaran peristiwa Malari (pra dan pasca), bagaimana masifnya kritik terhadap pemerintah melalui pemberitaan berbagai pers saat itu dianggap menjadi pemicu peristiwa Malari, serta respons apa yang diberikan pemerintah terhadap pers pasca peristiwa tersebut. Metode yang digunakan adalah studi literatur melalui sebuah kerja heuristik dan kritik sumber untuk menganalisis data yang didapat. Temuan utama menyoroti adanya pengaruh negatif pasca peristiwa Malari 1974 terhadap kemunduran pers Mahasiswa. Selain itu temuan lainnya ditemukan pembentukan jaringan mahasiswa yang dirintis sejak awal Orde Baru melalui beragam aktivitas seperti diskusi dan safari ke berbagai kampus.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Agus Rustamana, Mohammad Jordan Feshilal Antarik, Hilma Liana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


