PERBANDINGAN DOSIS KOMPOS PAITAN TERHADAP PERTUMBUHAN SPORA JAMUR Trichoderma asperellum.
DOI:
https://doi.org/10.572349/biedutech.v2i1.944Keywords:
Kompos, Trichoderma asperellum, OrganikAbstract
Trichoderma asperellum merupakan jamur tanah biasanya dijumpai pada rizosfer tanaman, termasuk rizosfer tanaman padi. Jamur berkumpul sekitar akar tanaman yang menghasilkan eksudat akar. Eksudat akar merupakan sejumlah senyawa organik yang dilepas oleh permukaan akar yang merupakan sumber makanan dan energi utama bagi organisme yang hidup di rhizosfer. Gulma paitan (Tithonia diversifolia) merupakan tumbuhan yang tumbuh liar dan tumbuh banyak didataran kritis. Paitan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk hijau dan pupuk kompos yang dapat menyediakan ketersedian unsur hara bagi tanaman. Pupuk kompos paitan sebagai sumber makanan untuk spora Trichoderma sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan jumlah spora Trichoderma asperellum terhadap dosis kompos paitan sehingga dapat digunakan sebagai agens pengendali hayati pada tanaman tomat terinfeksi Tobacco Mosaic Virus. Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Agroteknologi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Satu Nusa Lampung pada bulan April hingga Juni 2023. Penelitian menggunakan kompos paitan yang terdiri dari dosis 0 g polybag-1 + Trichoderma asperellum, dosis 62,5 g polybag-1 + Trichoderma asperellum dan dosis 125 g polybag-1 + Trichoderma asperellum. Hasil penelitian bahwa kompos paitan dapat meningkatkan jumlah spora Trichoderma asperellum. Perlakuan kompos 62,5 g polybag-1 meningkatkan pertambahan spora Trichoderma asperellum pada 0–28 hsi sebesar 62,80%. Perlakuan kompos 125 g polybag-1 meningkatkan pertambahan spora Trichoderma asperellum pada 0–28 hsi yaitu 73,12%. Jadi penambahan dosis kompos dapat meningkatkan jumlah spora Trichoderma asperellum dan perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan kompos 125 g polybag-1. Perlakuan dosis kompos paitan terbaik terhadap pertambahan spora yaitu 125 g polybag-1.


