HUBUNGAN TEKANAN DARAH DAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) DI RS AN-NISA TANGERANG
DOI:
https://doi.org/10.572349/biedutech.v2i2.1334Keywords:
Tekanan Darah, Kadar LDL, PJKAbstract
Pendahuluan: Penyakit kardiovaskular adalah penyakit degeneratif penyebab mortalitas terbanyak di tingkat global. Dari 17 juta kematian dini yang berusia <70 tahun akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) sebesar 38% disebabkan oleh Cardiovascular Diseases serta menduduki urutan pertama di Indonesia sejumlah 35%. Penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu. PJK merupakan penyakit yang sedang tren, karena siapapun bisa mengalaminya, baik itu usia tua ataupun muda, bahkan tidak mengenal kaya ataupun miskin. PJK diduga dapat terjadi karena adanya kontribusi dari faktor risiko seperti kasus yang seringkali ditemukan di masyarakat yaitu adanya kelainan pada tekanan darah serta kadar LDL. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tekanan darah dan kadar LDL dengan kejadian PJK di RS An-Nisa Tangerang. Metode penelitian: Jenis penelitian ini termasuk kuantitatif dengan menggunakan metode korelasi dan desain penelitian retrospektif, serta teknik purposive sampling dengan jumlah responden 59 pasien yang menjalani kontrol rutin di poli jantung dan terdiagnosis PJK di RS An-Nisa Tangerang. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis bivariat berupa uji korelasi Spearman dan korelasi multivariat yaitu regresi berganda atau multiple regression. Hasil: Diperoleh nilai signifikansi (2 tailed) sebesar 0,327 > 0,05 pada hubungan tekanan darah dengan PJK, serta nilai signifikansi (2 tailed) sebesar 0,065 > 0,05 pada hubungan kadar LDL dengan PJK. Sedangkan nilai koefisien korelasi tekanan darah dengan PJK sebesar 0,130 dan pada kadar LDL dengan PJK sebesar 0,242. Kesimpulan: Hasil akhir dari penelitian ini adalah analisis bivariat bahwa tidak terdapat hubungan tekanan darah dan kadar LDL dengan PJK di RS An-Nisa Tangerang


