ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN PUAN MAHARANI TERDAHAP ISU PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN CIPTA KERJA DI PORTAL BERITA KOMPAS.COM DAN DETIK.COM PADA EDISI OKTOBER 2020

ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN PUAN MAHARANI TERDAHAP ISU PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN CIPTA KERJA DI PORTAL BERITA KOMPAS.COM DAN DETIK.COM PADA EDISI OKTOBER 2020

Authors

  • Imelda Dwi Putri Nainggolan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Putri Alifiah Widyawan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Najhan Akbar Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Lukas Febrian K Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Endang Sholihatin Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.572349/sabda.v2i1.434

Keywords:

Framing, Puan Maharani, Isu Peraturan Perundang-undangan, Cipta Kerja

Abstract

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja secara sah telah ditetapkan oleh DPR RI menjadi undang-undang sehingga pengesahannya menuai banyak sisi pro dan kontra. Keputusan tersebut diambil pada Selasa, 21 Maret 2023 dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2022-2023. Salah satu yang memikat banyak perhatian pada massa tersebut adalah Puan Maharani, seorang politisi yang menjabat sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia karena Puan memiliki kuasa dan andil yang besar dalam menetapkan sebuah keputusan. Akibatnya, Puan Maharani sempat menjadi topik hangat yang diperbincangkan oleh para media. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis framing pemberitaan Puan Maharani terhadap isu peraturan perundang-undangan Cipta Kerja di portal berita Kompas.com dan Detik.com pada edisi 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualititatif dengan teknik pengambilan data secara observasi dan analisis framing model Robert N. Entman. Elemen yang digunakan dalam model Entman ada empat, yakni Problem Identification, Causal Interpretation, Moral Evaluation, dan Treatment recommendation. Kesimpulan penelitian ini yaitu analisis framing pemberitaan Puan Maharani terhadap isu peraturan perundang-undangan Cipta Kerja di portal berita Kompas.com dan Detik.com pada edisi 2020 diketahui bahwa pilihan kosakata yang digunakan dalam penyampaian berita Kompas.com dan Detik.com berbeda. Perbedaan ini dapat ditemui pada pilihan kosakata dalam mengganbarkan suatu berita yang akan disampaikan. Pemberitaan pada Kompas.com cenderung menggunakan kata ilmiah (kata kajian), kata baku dan penyampaian kesantunan Bahasa yang lebih baik jika dibandingkan dengan Detik.com. Hal ini berbanding terbalik dengan Detik.com yang menggunakan kata-kata sederhana dan mudah dipahami dalam penyampaian informasinya. Ini dapat dilihat dari keterbatasan penggunaan kata kajian, penggunaan unsur bahasa daerah dan pilihlah kata-kata yang berkonotasi negatif saat menyampaikan berita. Pemilihan kata mencerminkan kesopanan bahasa yang digunakan oleh media berita dan tingkat kesesuaiannya dengan pembaca. Selain itu, dari segi penyusunan kalimat menjadi paragraf, kalimat pada media berita Kompas.com cenderung menggunakan kalimat majemuk dengan informasi yang lengkap.

Downloads

Published

2023-06-08

How to Cite

Imelda Dwi Putri Nainggolan, Putri Alifiah Widyawan, Najhan Akbar, Lukas Febrian K, & Endang Sholihatin. (2023). ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN PUAN MAHARANI TERDAHAP ISU PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN CIPTA KERJA DI PORTAL BERITA KOMPAS.COM DAN DETIK.COM PADA EDISI OKTOBER 2020. Sabda: Jurnal Sastra Dan Bahasa, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.572349/sabda.v2i1.434
Loading...