CUNEIFROM (HURUF PAKU) SEBAGAI PELOPOR LAHIRNYA AKSARA DI NUSANTARA

CUNEIFROM (HURUF PAKU) SEBAGAI PELOPOR LAHIRNYA AKSARA DI NUSANTARA

Authors

  • DEVY ADILLIA MAHARANI IKIP BUDI UTOMO MALANG
  • MOHAMMAD FEBIAN PRATAMA IKIP Budi Utomo Malang
  • DEBI SETIAWATI IKIP Budi Utomo Malang

DOI:

https://doi.org/10.572349/dewaruci.v1i2.192

Keywords:

Bangsa Sumeria, Mesopotamia, Cuneifrom (Huruf Paku)

Abstract

Bangsa Sumeria adalah bangsa pertama yang mendiami kawasan Mespotamia. Bangsa Sumeria sebelumnya berasal dari Jazirah Arab yang bermigrasi di wilayah Asia Barat, tepatnya hingga lembah Sungai Tigris dan Eufrat di kawasan Mesoptamia. Sebagai bangsa pertama yang menduduki kawasan Mesoptamia, bangsa Sumeria harus banyak menaklukkan tantangan alam yang ada di kawasan tersebut. Kawasan mesopotamia yang tandus dan panas berhasil ditaklukkan bangsa Sumeria dengan cara menghasilkan berbagai macam kebudayaan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis huruf paku sebagai hasil kebudayaan bangsa sumeria dan pengaruhnya terhadap dinamika kebudayaan indonesia. Adapun metode yang dipakai penulis dalam penelitian ini adalah metode deskritif kualitatif, yaitu dengan cara memanfaatkan landasan teori yang bersumber dari buku dan jurnal sebagai panduannya agar fokus sesuai dengan fakta di lapangan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis dari analisis buku dan jurnal didapatkan hasil bahwa bangsa Sumeria sebagai bangsa pertama yang menduduki kawasan Mespotamia memiliki beberapa peninggalan kebudayaan yang salah satunya adalah cuneifrom (huruf paku). Hasil kebudayaan Sumeria tersebut membawa pengaruh besar bagi dinamika kebudayaan setelahnya, tidak hanya dikawasan Asia Barat Daya saja, akan tetapi meluas ke berbagai wilayah salah satunya adalah di Indonesia.

Downloads

Published

2023-01-08

How to Cite

DEVY ADILLIA MAHARANI, MOHAMMAD FEBIAN PRATAMA, & DEBI SETIAWATI. (2023). CUNEIFROM (HURUF PAKU) SEBAGAI PELOPOR LAHIRNYA AKSARA DI NUSANTARA. Dewaruci: Jurnal Studi Sejarah Dan Pengajarannya, 1(2), 1–10. https://doi.org/10.572349/dewaruci.v1i2.192
Loading...