TINJAUAN YURIDIS PERKAWINAN SEDARAH DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019: STUDI KASUS MASYARAKAT ADAT POLAHI

TINJAUAN YURIDIS PERKAWINAN SEDARAH DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019: STUDI KASUS MASYARAKAT ADAT POLAHI

Authors

  • Kirei Nadine Mashita Suji Universitas Negeri Manado
  • Stince Sidayang Universitas Negeri Manado
  • Hendrasari Rawung Universitas Negeri Manado

Keywords:

Perkawinan Sedarah, Masyarakat Adat, Hak Asasi Manusia

Abstract

Praktik perkawinan sedarah yang masih terjadi di kalangan masyarakat adat Polahi, Gorontalo, menimbulkan polemik antara pelestarian budaya lokal dan penerapan hukum nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan analisis terhadap Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, serta prinsip-prinsip hak asasi manusia dan kesehatan masyarakat. Ditemukan bahwa praktik tersebut, meskipun mengakar secara kultural, berpotensi melanggar hukum dan menimbulkan risiko medis terhadap keturunan. Kajian ini menekankan pentingnya pendekatan edukatif dan dialogis dalam upaya harmonisasi antara hukum negara dan nilai-nilai adat, dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap hak individu dan kesehatan masyarakat. 

Downloads

Published

2025-09-16

How to Cite

Suji, K. N. M., Sidayang, S., & Rawung, H. (2025). TINJAUAN YURIDIS PERKAWINAN SEDARAH DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019: STUDI KASUS MASYARAKAT ADAT POLAHI. Civilia: Jurnal Kajian Hukum Dan Pendidikan Kewarganegaraan, 4(1), 34–41. Retrieved from http://jurnal.anfa.co.id/index.php/civilia/article/view/2842
Loading...