Penerapan Teori Bruner Dalam Pembelajaran Matematika di Tingkat Sekolah Dasar Dengan Pendekatan Kurikulum Merdeka
DOI:
https://doi.org/10.572349/seroja.v3i1.1815Keywords:
Teori Bruner, Pembelajaran Matematika, Berpikir Kritis, kurikulum merdeka, sekolah dasarAbstract
Artikel ini menyelidiki penerapan Teori Pembelajaran Bruner dalam konteks Kurikulum Merdeka Belajar di tingkat Sekolah Dasar (SD) di Indonesia. Kurikulum Merdeka Belajar memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih dan mengelola kurikulum merdeka dalam pembelajaran matematika. Teori Bruner, yang menekankan tahap enaktif, ikonik, dan simbolik, diterapkan untuk memperkuat pengalaman belajar siswa. Guru dapat menggunakan manipulatif, representasi visual, dan simbol matematika sesuai dengan tahap perkembangan kognitif siswa. Metode Bruner terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan memecahkan masalah siswa. Dalam suasana pembelajaran yang menggugah minat dan kreativitas, siswa diajak untuk eksplorasi konsep matematika melalui tugas-tugas berpikir kritis dan proyek kolaboratif. Metode penelitian kepustakaan digunakan untuk menyusun artikel ini, memanfaatkan literatur yang relevan dengan penerapan Teori Bruner dan Kurikulum Merdeka Belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan minat, motivasi, dan pemahaman konsep matematika siswa. Guru memegang peran kunci dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik, sedangkan media interaktif dan proyek kolaboratif dapat memperkaya pembelajaran. Keunggulan penerapan Teori Bruner dalam Kurikulum Merdeka Belajar mencakup relevansi dengan kehidupan nyata, pembelajaran aktif, interaktif, dan pemahaman konsep yang mendalam.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Yusuf Safari, Yeti Inayah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


