TEOLOGI FEMINIS DAN PEREMPUAN MANDUL: REINTERPRETASI KISAH ELISABET DALAM LUKAS 1:5-25 SEBAGAI KRITIK ATAS STIGMA SOSIAL

Authors

  • Nira Noisye Institut Agama Kristen Negeri Toraja
  • Serli Lambertus Institut Agama Kristen Negeri Toraja
  • Rendi Noval Burirang Institut Agama Kristen Negeri Toraja
  • Given Hadinataniel Bode Institut Agama Kristen Negeri Toraja
  • Yobe Kasa Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Keywords:

teologi feminis; perempuan mandul; stigma sosial; hermeneutik feminis; reinterpretasi biblis

Abstract

Penelitian ini mengkaji persoalan stigma sosial terhadap perempuan mandul dan menawarkan reinterpretasi kisah Elisabet dalam Lukas 1:5-25 dari perspektif teologi feminis sebagai upaya kritik terhadap stigma tersebut. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan hermeneutik feminis, penelitian ini menganalisis bagaimana stigma sosial yang berakar dari budaya patriarki telah merendahkan martabat perempuan mandul melalui berbagai bentuk diskriminasi dan marginalisasi. Studi ini mengungkapkan bahwa perempuan mandul kerap mengalami pelabelan negatif, pengucilan sosial, hingga kekerasan verbal yang berdampak pada kesehatan mental dan relasi sosial mereka. Melalui pembacaan kritis terhadap kisah Elisabet, penelitian ini menemukan bahwa tafsiran tradisional yang memandang kemandulan sebagai aib justru turut melanggengkan stigma tersebut. Sebagai alternatif, penelitian ini menawarkan reinterpretasi feminis yang mengangkat Elisabet sebagai subjek yang mampu mempertahankan iman dan martabatnya di tengah tekanan stigma sosial. Keteguhan Elisabet menjadi model inspiratif bagi perempuan mandul masa kini dalam menghadapi diskriminasi. Implikasi teologis dari reinterpretasi ini menegaskan bahwa nilai dan martabat perempuan tidak ditentukan oleh kemampuan reproduksinya, melainkan oleh statusnya sebagai citra Allah yang berharga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reinterpretasi feminis atas kisah Elisabet tidak hanya menawarkan pembacaan baru yang membebaskan, tetapi juga mendorong transformasi cara pandang dan sikap gereja serta masyarakat terhadap perempuan mandul. Studi ini merekomendasikan perlunya edukasi publik yang lebih masif untuk mengubah stigma sosial, serta pengembangan program pastoral yang memberdayakan perempuan mandul dalam komunitas iman.

Downloads

Published

2024-11-24

How to Cite

Noisye, N., Lambertus , S. ., Burirang , R. N. ., Bode , G. H. ., & Kasa , Y. . (2024). TEOLOGI FEMINIS DAN PEREMPUAN MANDUL: REINTERPRETASI KISAH ELISABET DALAM LUKAS 1:5-25 SEBAGAI KRITIK ATAS STIGMA SOSIAL. Relinesia: Jurnal Kajian Agama Dan Multikulturalisme Indonesia, 3(4), 553–564 . Retrieved from https://jurnal.anfa.co.id/index.php/relinesia/article/view/2395