PERSPEKTIF TEOLOGIS TERHADAP BENCANA ALAM TANAH LONGSOR DI TANA TORAJA TAHUN 2024 DALAM TERANG ALKITAB
DOI:
https://doi.org/10.572349/relinesia.v3i1.1818Keywords:
Tanah Longsor; Tana Toraja; Perspektif Teologis; Alkitab; Umat Kristen.Abstract
Bencana alam tanah longsor yang melanda Tana Toraja pada tahun 2024 menimbulkan korban jiwa dan kerusakan material yang parah. Peristiwa tragis ini memunculkan pertanyaan dalam perspektif iman Kristen tentang makna teologis di balik bencana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemungkinan bencana tanah longsor sebagai hukuman atas dosa manusia, tanda kehadiran dan kekuasaan Allah yang agung, serta tanda akhir zaman menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Selain itu, penelitian ini juga memberikan panduan bagi umat Kristen untuk mengambil pelajaran berharga dari tragedi ini demi mendekatkan diri kepada Allah. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan sumber data utama yaitu Alkitab dan sumber-sumber sekunder terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian pustaka, dan analisis data menggunakan model Huberman & Miles. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa bencana tanah longsor di Tana Toraja dapat dipandang sebagai hukuman atas dosa manusia, tanda kehadiran dan kekuasaan Allah, serta indikasi tanda-tanda akhir zaman. Selain itu, umat Kristen diimbau untuk semakin bergantung kepada Tuhan, menghadapi pencobaan dengan iman yang teguh, dan menyerahkan kekhawatiran kepada pemeliharaan-Nya. Dengan demikian, tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi umat Kristen untuk mendekatkan diri kepada Allah di tengah situasi sulit.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Riswanto, Susanti Panarampoan, Marliani Bunna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




