PENGUKURAN KINERJA USAHA PT. JASA MARGA TBK MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD

PENGUKURAN KINERJA USAHA PT. JASA MARGA TBK MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD

Authors

  • Ghina Farhah Azizah Universitas Gunadarma
  • Rakhma Oktavina Universitas Gunadarma

DOI:

https://doi.org/10.572349/mufakat.v2i4.862

Keywords:

Indikator Kinerja Kunci, Balanced Scorecard, Analytical Hierarchy Process, Objective Matrix

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengindentifkasi peta strategi dan sasaran strategi yang sesuai untuk PT. Jasa Marga Tbk., mengidentifikasi indikator kinerja pada setiap perspektif kinerja di PT. Jasa Marga Tbk, Menentukan indikator kinerja kunci di PT. Jasa Marga Tbk berdasarkan bobot prioritas indikator kinerja. Dan menganalisis hasil pengukuran kinerja di PT. Jasa Marga Tbk. Pengukuran kinerja dilakukan dengan teknik Balanced Scorecard dengan menggunakan empat perspektif balanced scorecard. Tahapan penelitian dimulai dari proses indentifikasi indikator kinerja usaha, validasi indikator kinerja usaha, penentuan indikator kinerja kunci dan penentuan kategori hasil pengukuran kinerja. Identifikasi indikator kinerja dilakukan berdasarkan visi, misi dan strategi perusahaan ke masing-masing perspektif dan menentukan tujuan strategis ke dalam indikator-indikator kinerja. Pengujian indikator kinerja yang telah ditentukan dilakukan secara statistika menggunakan uji validitas dan reabilitas. Indikator-indikator kinerja dinilai berdasarkan penentuan bobot kepentingan indikator kinerja kunci menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan penentuan skor indikator kinerja kunci menggunakan teknik Objective Matrix (OMAX). Penelitian menghasilkan 14 sasaran strategi dan 17 indikator kinerja kunci (IKK), Pembobotan pada variabel antar perspektif dari urutan tertinggi hingga terendah, yaitu perspektif keuangan dengan bobot sebesar 0,378, pelanggan dengan bobot sebesar 0,264, proses bisnis internal dengan bobot sebesar 0,185, dan pembelajaran dan pertumbuhan dengan bobot sebesar 0,174. Nilai skor indikator kinerja kunci diperoleh menggunakan teknik OMAX menunjukkan bawah skor kinerja perspektif menghasilkan kinerja yang paling tinggi hingga paling rendah adalah keuangan (1,545), pelanggan (0,61), proses bisnis internal (0,483) pertumbuhan dan pembelajaran (0,388). Indeks perspektif yang tertinggi yaitu keuangan, hal ini menggambarkan keuangan menjadi prioritas pertama untuk diwujudkan tanpa mengurangi kepentingan dari perspektif lainnya. Berdasarkan pengukuran kinerja yang direfleksikan ke dalam bentuk traffic light system, dari 17 IKK pengukuran kinerja keseluruhan didapati hasil dengan rincian, 0 IKK mendapati warna hijau, 10 IKK mendapati warna kuning dan 7 IKK mendapati warna merah. Warna merah yang masih terdapat dalam kinerja perusahaan menandakan pencapaian kinerja masih ada yang dibawah target oleh karena itu perlu dilakukan review agar dapat ditetapkan penyebabnya sehingga perbaikan dapat segera dilakukan sebagai solusi untuk meningkatkan atau meminimalisir performansi.

Author Biographies

Ghina Farhah Azizah, Universitas Gunadarma

Mahasiswa Program Pasca Sarjana, Universitas Gunadarma, Jakarta

Rakhma Oktavina, Universitas Gunadarma

Dosen Program Pasca Sarjana, Universitas Gunadarma, Jakarta

Downloads

Published

2023-08-08

How to Cite

Azizah, G. F., & Oktavina, R. . (2023). PENGUKURAN KINERJA USAHA PT. JASA MARGA TBK MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD. Mufakat: Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 2(4), 291–307. https://doi.org/10.572349/mufakat.v2i4.862
Loading...