PENGELOLAAN RISIKO UNTUK USAHA PRODUKSI ROTI
(Studi Kasus: Kampoeng Roti Sarijadi)
Keywords:
Weighted Risk Priority Number, Analytic Network Process (ANP), Risiko.Abstract
Kampoeng Roti Sarijadi merupakan produsen roti yang berada di Bandung. Untuk kegiatan produksi pada Kampoeng Roti Sarijadi tidak terlepas dari terjadinya risiko atau kendala yang ada. Untuk mengatasi hal tersebut sangat dibutuhkan manajemen risiko dipergunakan mengelola dan meneliti risiko. Analytic Network Process (ANP) dipergunakan sebagai metode penyelesaian masalah dan Weighted Failure Mode and Effect Analysis (WFMEA) akan dikombinasikan dengan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Diketahui 20 risiko dari 5 faktor: 5 dari penyedia bahan baku, untuk produksi terdapat 6 unsur, pengemasan ada 3 unsur, 3 dari pengamatan, untuk return terdapat 3. Bobot faktor menurut metode ANP adalah: penyedia bahan baku (0,113895), produksi (0,19957), pengemasan (0,114315), dan pengantaran (0,083807). WFMEA menghasilkan skor paling tinggi yaitu berada pada faktor produksi dan faktor penyedia bahan baku yang selanjutnya akan dilakukan proses penghilangan risiko untuk faktor penyedia bahan baku dan proses mitigasi untuk faktor produksi. Selanjutnya didapatkan hasil untuk rencana mitigasi risiko yaitu dengan cara memelihara standar kualitas produk, pemantauan mutu bahan baku, membangun hubungan kerja sama, mengoptimalkan sistem penyimpanan, menambah alat untuk suhu, fasilitas proses pembelajaran karyawan, pemeliharaan mesin, suku cadang, dan penggunaan mesin.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Winda Saputri Daulay, Dea Tasyaima Putri, Audy Indira Viani, Muhammad Daffa Kanza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



