PERKEMBANGAN KOTA TUA PALEMBANG MASA KOLONIALISME (1825-1942) SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMA N 3 KOTA JAMBI
DOI:
https://doi.org/10.572349/dewaruci.v2i2.1588Keywords:
Kota tua, bahan ajar, kolonialismeAbstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana perkembangan kota tua Palembang pada masa kolonial Belanda pada tahun 1825-1942 yang dapat dijadikan sebagai bahan ajar pada pembelajaran sejarah. Metode penilitian yang digunakan pada penulisan artikel ini berupa metode kualitatif deskriptif. Hasil dan penelitian kali ini menunjukan bahwa perkembangan Palembang sebagai kota tua yang mengalami masa-masa perkembangan sebagai kota tradisional, kota kolonial, dan kota modern. Ketika Palembang berada di tangan pemerintah kolonial Belanda sejak 1821, kota ini mengalami perubahan-perubahan yang cukup berarti. Perubahan-perubahan ini mengalami puncaknya pada awal abad ke-20, ketika Palembang dijadikan suatu kota berdasarkan undang-undang desentralisasi, desentralitatiewet, yang diberlakukan pada 1 April 1906. Perkembangan kota tua palembang pada masa kolonial pada tahun 1925-1942 ini dimanfaatkan menjadi sumber sejarah lokal wilayah Palembang dan menjadi bahan ajar pada pembelajaran sejarah bagi peserta didik karena materi ini berkaitan dengan lingkungan yang ditinggali. Sehingga nilai-nilai perjuangan yang dilakukan masyarakat kota Palembang dapat membantu membangkitkan semangat perjuangan dan pembentukan karakter nasionalisme bagi generasi saat ini dan yang akan datang.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Nur holipahtus sa’diah, Reka Seprina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


