DAMPAK SLEEPCALL SEBAGAI FENOMENA TERBARU DALAM GENERASI MILLENIAL MAUPUN GEN-Z YANG BERDAMPAK BURUK PADA KESEHATAN : SEBUAH TINJAUAN PSIKOLOGIS

DAMPAK SLEEPCALL SEBAGAI FENOMENA TERBARU DALAM GENERASI MILLENIAL MAUPUN GEN-Z YANG BERDAMPAK BURUK PADA KESEHATAN : SEBUAH TINJAUAN PSIKOLOGIS

Authors

  • Abdul Malik Ridwan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.572349/afeksi.v3i1.1710

Keywords:

Sleepcall, Ketergantungan, Sosiologis, Kesehatan.

Abstract

Fokus masalah dalam penelitian ini menggambarkan suatu fenomena mengenai kegiatan sleepcall. Kegiatan ini sering terjadi di kalangan beberapa generasi namun cukup dan terbilang sering karena melebihi dari satu maupun dua orang. Sleepcall, atau yang biasa disebut tertidur sambil menelpon atau menelpon berjam-jam sampai akhirnya di akhiri dengan tertidur ini memiliki dampak yang memang tidak baik mau dalam sisi keadaan sosial manusia, maupun kesehatan orang tersebut. Kegiatan menelpon sampai tertidur pulas yang sangat sering ataupun often dilakukan setiap hari dapat memberikan dampak yang sangat serius kepada diri. Seperti, munculnya rasa ketergantungan pada orang lain yang mana mereka adalah pasangan sleepcall dari pelaku. Hal tersebut memberikan perasaan yang tidak mau berhenti dan rasa terus untuk melakukan hal tersebut akan selalu ada akhirnya tidak terhenti, Membuat hal ini menjadi suatu bahan kajian pada penelitian ini yang mengangkat isu sleepcall menjadi bahan yang diangkat pada penelitian. Dimana saran dan juga beberapa dampak sosiologis maupun kesehatan  beserta kesimpulan akan diberikan, dalam upaya solusi pada fenomena baru ini mendapat suatu angin segar dalam segi kemanusiaan dalam menggilangkan rasa ketergantungan dan juga diharapkan manusia dapat sehat secara raga maupun jiwa.

Downloads

Published

2024-01-29

How to Cite

Abdul Malik Ridwan. (2024). DAMPAK SLEEPCALL SEBAGAI FENOMENA TERBARU DALAM GENERASI MILLENIAL MAUPUN GEN-Z YANG BERDAMPAK BURUK PADA KESEHATAN : SEBUAH TINJAUAN PSIKOLOGIS. Afeksi: Jurnal Psikologi, 3(1), 89–98. https://doi.org/10.572349/afeksi.v3i1.1710
Loading...