VARIASI PEMILIHAN BAHASA KAWIN CAMPUR (JAWA-MADURA) DI KABUPATEN JEMBER
DOI:
https://doi.org/10.572349/sabda.v1i2.350Keywords:
Kawin Campur, Sosiolinguistik, Variasi Pemilihan BahasaAbstract
Pemilihan bahasa pada perkawinan campur bahasa dipengaruhi oleh kesepakatan keluarga. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan pengunaan variasi pemilihan bahasa perkawinan campuran (Jawa- Madura) di Kabupaten Jember dari sisi bahasa dan faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan tersebut. Kajian ini melihat pemilihan bahasa perkawinan campuran (Madura-Jawa) di Kabupaten Jember yang merupakan daerah dengan status sosial tinggi dan rendah. Variasi pemilihan bahasa perkawinan campuran (Jawa- Madura) di Kabupaten Jember dilihat dari segi tuturan sehari-hari antara anak dengan ibu atau antara anak dengan bapak dan antara anak dengan ibu dengan bapak. Sumber data di penelitian ini yaitu bahasa lisan, dan metode kualitatif digunakan untuk mengumpulkan informan berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan. Pemilihan bahasa anak digunakan untuk mengumpulkan, mentranskripsi, dan mengklasifikasikan data yang diperoleh. Dari hasil yang diperoleh maka pemilihan bahasa yang digunakan oleh keluarga kawin campur (Jawa-Madura) di Kabupaten Jember lebih banyak yang menggunakan multibahasa. Hal itu dikarenakan faktor sosial dan situasional yang juga mempengaruhi variasi pemilihan bahasa Madura-Jawa pada perkawinan campuran di Kabupaten Jember. Faktor situasional disini ada dua yang pertama situasi bahasa topik ini penting karena penutur atau lawan bicara biasanya dalam keadaan perasaan atau santai dan mereka biasanya berbicara bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Kedua adalah faktor kekerabatan jika penutur dan lawan tutur saling memahami komunikasi satu sama lain maka pembicaraan terlihat lebih akrab. Faktor sosial, lingkungan memiliki peranan besar terhadap perkembangan variasi pemilihan bahasa anak kawin campur, anak akan berbahasa sesuai dengan lingkungan dimana tempat mereka tinggal jika lingkungan yang mereka tempati berbahasa jawa maka anak juga berbahasa jawa begitupun sebalikna, frekuensi kontak dengan orang tua karena anak akan menggunakan bahasa yang pertama kali orang tua mereka ajarkan kepada mereka , dan status sosial.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Septirany Nur Arillia, Fitri Amilia, Astri Widyaruli Anggraini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



