PENDAMPINGAN TEMBANG MACAPAT PADA PERADAH INDONESIA KABUPATEN PROBOLINGGO UNTUK PENINGKATAN PENGUASAAN RAGAM CENGKOK
Keywords:
Tembang Macapat; pemuda; pelatihan seni; pelestarian budayaAbstract
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan penguasaan ragam cengkok tembang Macapat di kalangan pemuda Hindu anggota PERADAH Kabupaten Probolinggo melalui program pelatihan dan pendampingan. Latar belakang program ini adalah kekhawatiran terhadap menurunnya penerusan tradisi tembang Macapat di generasi muda. Tembang Macapat merupakan warisan budaya Jawa yang mengandung nilai sastra dan seni suara, namun saat ini kurang dikenal oleh pewarisnya karena minimnya sarana pembelajaran serta terbatasnya pengajar dan variasi materi tembang[1][2]. Mitra kegiatan (DPK PERADAH Probolinggo) menghadapi masalah keterbatasan pengetahuan pemuda tentang jenis-jenis cengkok Macapat dan minimnya sumber daya manusia yang mampu mengajarkannya. Program dilaksanakan dalam dua tahap: (1) pelatihan tatap muka dengan materi teori dasar tembang Macapat dan praktik melantunkan lagu Macapat, dan (2) pendampingan daring selama satu bulan yang difokuskan pada bimbingan pembuatan video penampilan Macapat oleh peserta. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, latihan (drill), tugas proyek pembuatan video, serta diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam melagukan tembang Macapat. Sebagian besar peserta (sekitar 80%) mampu menyanyikan tembang Macapat dengan cengkok dasar secara tepat setelah pelatihan. Respon peserta sangat positif, di mana lebih dari 80% menyatakan puas terhadap program dan tidak ada respon negatif. Peserta juga termotivasi untuk terus melestarikan Macapat, dibuktikan dengan antusiasme mereka mengunggah video tembang Macapat ke media sosial komunitas. Luaran kegiatan mencakup video dokumentasi pelatihan di kanal YouTube, publikasi berita kegiatan di media massa lokal, serta laporan akhir program. Hasil ini membuktikan bahwa pelatihan dan pendampingan berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kapasitas generasi muda dalam menguasai seni tradisional, sekaligus berkontribusi pada pelestarian warisan budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Latif Nur Hasan, Yohan Susilo , Sukarman Sukarman , Sugeng Adipitoyo , Danang Wijoyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


