PENGARUH PERANG PALESTINA DENGAN MESIR TERHADAP KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI
DOI:
https://doi.org/10.572349/dewaruci.v1i2.200Keywords:
Mesir, konflik Arab-Israel, Politik Luar Negeri, Perjanjian Camp David 1979, Politik InternasionalAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perang Mesir dan Palestina yang berpengaruh pada politik Mesir. Konflik Palestina telah berlangsung sejak tahun 1948. Sejak lemahnya kekuatan islam dan kolonialisasi yang berkembang, perbedaan keyakinan yang ada di tengah masyarakat menjadi pemicu konflik. Konflik palestina berkembang menjadi konflik regional bahkan internasional. Pada saat itu beberapa kali terjadi perang antara bangsa Arab dengan Israel. Hingga pada tahun 2011 terjadi Arab Spring yang mempengaruhi politik Mesir. Fenomena politik menjadi momentum penting dalam penelitian ini, yang memiliki keterkaitan dengan kebijakan politik nasional. Mursi sebagai Presiden baru di Mesir setelah Mubarak turun dari jabatan dengan paksa akibat gejolak politik Mesir 2011, Mursi memiliki karakteristik dan pandangan politik yang berbeda dari Mubarak. Hal tersebut dibuktikan dengan perubahan kebijakan luar negeri Mesir dalam konflik Israel-Palestina. Di era Mubarak, Mesir lebih memilih kebijakan yang dianggap aman dan sesuai perjanjian damai dengan Israel dan Amerika, Camp David. Perubahan kebijakan luar negeri Mesir tersebut menjadi sebuah kasus yang menarik setelah kurun waktu 30 tahun dibawah kepemimpinan Mubarak posisi Mesir dalam konflik Israel-Palestina. Keputusan Mursi berpihak kepada Palestina tidak lepas dari faktor kedekatan ideologi yang melatarbelakanginya. Lebih lanjut penulis menjelaskan mengenai latar belakang perang mesir dan palestina serta dampaknya bagi kebijakan politik nasional.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Novelia Subekti, Debi Setiawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


