DISKRIMINASI GENDER PADA MASA PRA ISLAM TERHADAP LAHIRNYA KESETARAAN GENDER
DOI:
https://doi.org/10.572349/dewaruci.v1i2.195Keywords:
Diskriminasi, IslamAbstract
Pada masa pra Islam, kedudukan wanita dipandang rendah oleh kaum laki-laki dan dianggap tidak memiliki harga diri karena wanita hanya dijadikan budak dan pelayan seorang laki-laki pada zaman jahiliyah. Perlakuan tersebut membuat wanita merasa tidak diperlakukan dengan baik layaknya manusia dan seakan tidak diberi hak untuk hidup oleh kaum laki-laki. Setelah diutusnya Nabi Muhammad SAW dan menyebarkan agama Islam di Arab, kehidupan wanita menjadi lebih baik dan mendapatkan hak layaknya manusia. Tidak ada lagi perbedaan kedudukan diantara laki-laki dan perempuan, bahkan wanita memiliki kemuliaan lebih tinggi di hadapan laki-laki. Jadi tidak ada lagi diskriminasi gender antara laki-laki dan perempuan. Tulisan ini akan membahas tentang kedudukan wanita pada masa pra Islam sampai datangnya Islam di Arab dan juga lahirnya kesetaraan gender di dunia ini. Tujuan pembuatan artikel ini agar laki-laki tidak lagi merendahkan kedudukan kaum wanita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan metode historis juga berupaya menjelaskan kondisi wanita pada zaman jahiliyah dan setelah datangnya Islam terhadap lahirnya kesetaraan gender secara detail.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Ismatul Izza, Sinta Prayogi, Debi Setiawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


